Apa itu Kasih Karunia? Mematikan Saya Untuk Tidak Lagi Menjadi (tuhan)

Sebagai seorang percaya yang sudah menulis kurang lebih 4 tahun terakhir, saya berpikir sejenak untuk merenungkan ulang. Iman Kristen saya yang paling dasar yaitu Kasih Karunia. Dua kata dalam bahasa Indonesia yang mengantarkan saya masih bernapas sampai hari ini dan terus memikirkan apa lagi yang dapat saya kerjakan untuk kemajuan pemberitaan Injil di muka bumi ini.
Tapi, saudaraku saya orang yang setiap hari melihat diri saya sendiri gagal. Namun anehnya hal itu tidak melemahkan saya samasekali. Mengapa kegagalan itu tidak membuat saya lemah? Jawabannya adalah karena Kasih Karunia yang berasal dari Tuhan yang di mana saya tidak tahu kapan tepatnya. Saya sudah menyerahkan kendali hidup saya pada-Nya. Meskipun jujur sebagai manusia, saya seringkali ingin mengendalikan hidup saya.
Dan setiap hari saya ingin mengambil alih kehidupan saya, alih-alih menepati janji saya agar, hanya Roh Kudus yang mengendalikan hidup saya. Saya sebenarnya masih sangat suka mengendalikan hidup saya. Inilah kegagalan yang setiap hari terjadi yang saya maksudkan.
Kasih karunia di dalam Alkitab berasal dari Bahasa Yunani “charis” dalam terjemahan Bahasa Ingris Grace yang juga dapat diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia “belas kasihan, Rahmat, pernyataan Istimewa dari kehadiran Tuhan. (Ef. 2:8)
Istilah ini juga di sandingkan maknanya dengan bahasa Yunani yaitu “doron” yang di dalam Efesus 2:8 diterjemahkan menjadi “pemberian Allah”, di dalam terjemahan lama menjadi “karunia”
Jadi dapat saya simpulkan bahwa kasih karunia Allah itu adalah pemberian Allah kepada kita manusia berdosa. Lalu apa yang Dia berikan, berdasarkan keterangan Paulus di dalam Efesus 2:8, yang Allah berikan adalah iman.
Allah memberikan kepada kita iman, agar kita dapat mempercayakan kehidupan kita kepada Kristus. Karena Kristuslah yang telah menebus kita dari kehidupan yang sia-sia, kehidupan berdosa, kehidupan yang diperbudak oleh dosa. Keinginan kita untuk selalu menjadi tuhan atas diri sendiri, keinginan untuk mengendalikan kehidupan kita sendiri.
Allah memberikan iman, agar kita percaya bahwa kita tidak perlu lagi membenarkan diri kita sendiri agar kita mendapatkan penghargaan dari sesama manusia apalah Tuhan. Karena pada dasarnya kasih karunia telah memberikan kepada kita pembenaran, karena Kristus, Yesus telah menjadi tidak benar agar kita dibenarkan.
Paulus menjelaskan hal ini, di dalam Roma 3:24, kata dibenarkan dari Bahasa Yunani “dikaioo” akan lebih mengena secara lebih pribadi, kata ini juga dapat diterjemahkan “ engkau dibenarkan” dan “memperoleh pembebasan.”
Kita memiliki iman sehingga dapat percaya, bahwa kita telah dibenarkan, Engkau dibenarkan, engkau dibebaskan dari kutuk hukuman dosa. Karena Yesus telah menerima semua dosa-dosamu. Ada Pribadi yang membayar semua hutang dosa, semua upah dosamu di kayu salib. Inilah kasih karunia.
Jadi semua komitmen saya, untuk taat pada Kristus, tidak berdasarkan keberhasilan saya, melainkan berdasarkan keberhasilan ketaatan Kristus. Kebenaran tentang kasih karunia membuat saya bertobat setiap hari dengan cara yang benar-benar berbeda. Roh Kudus benar-benar nyata melembutkan hati saya untuk mengakui semua kelemahan saya.
Kasih karunia, mematikan saya untuk tidak lagi menjadikan diri saya pusat kehidupan bahwa saya bukan tuhan atas hidup saya, bahwa hidup saya bukan lagi tentang saya, melainkan tentang bagaimana Kristus dapat dikenal, kasih karunia-Nya sudah terlalu berlimpah dalam kehidupan saya. Itulah kasih karunia, kiranya Anda selalu hidup dalam kasih karunia dan merenungkan kasih karunia setiap hari. Amin.
Posting Komentar untuk " Apa itu Kasih Karunia? Mematikan Saya Untuk Tidak Lagi Menjadi (tuhan)"
Silahkan Berkomentar