Renungan Kisah Para Rasul 4:27-31 Berdoa dan Penuh Dengan Roh Kudus

Ayat Alkitab Kisah Para Rasul 4:27-31
Judul Renungan: Penuh Dengan Roh Kudus
Kisah Para Rasul 4:27-31 (TB) 27 Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, 28 untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. 29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. 30 Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus.” 31 Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.
Merenungkan doa dari para murid, kita dapat membayangkan betapa mencekamnya keadaan pada masa itu ketika mereka menjadi murid Yesus. Ada perlawanan yang begitu kuat dari penguasa pada masa itu, terhadap kekristenan, iblis tampaknya sangat berkuasa di dalam hati setiap orang untuk melawan Kristus.
Kehendak Allah akan begitu sulit dikerjakan oleh pengikut Kristus, bukan berarti mustahil meskipun terlihat mustahil. Ketika direnungkan ulang kesukaran mengikut Yesus untuk melayani orang-orang, membawa mereka untuk mengenal Yesus dan mengasihi Dia. Merupakan pelatihan untuk kita sebagai murid-Nya, agar kita semakin mengenal kasih-Nya, kuasa-Nya dan segala hal yang dapat Dia kerjakan untuk mendatangkan kebaikan.
Kebaikan yang dimaksud adalah kehidupan yang semakin hari semakin bertumbuh untuk serupa dengan Kristus. Untuk semakin mengasihi Dia dan melakukan apa pun untuk membawa orang-orang kepada Yesus, untuk semakin giat melayani dan berdoa untuk pelayanan yang dilaksanakan. Inilah inti dari doa para murid yang sedang kita renungkan.
Kita perlu berdoa dengan sangat jujur tentang keadaan kita, tentang bagaimana beratnya hidup mengikut Yesus. Tentang segala bahaya yang menanti dan tentang segala sesuatu yang bisa saja terjadi. Tentang segala ketakutan yang mencekam, tentang segala hal yang membuat kita kuatir dan tidak berdaya.
“29 Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu.” Setiap kita percaya dan dipanggil untuk mengikuti jejak Tuhan kita Yesus Kristus, untuk memberitakan Injil tanpa terkecuali. Karena itu kita perlu berdoa seperti doa para murid, untuk diberikan keberanian untuk memberitakan firman Tuhan.
Bukan melalui Khotbah seperti para Pendeta dan penginjil di gereja, melainkan melalui pekerjaan, keluarga, bermasyarakat dan sebagai orang tua suami mau pun istri. Jika Anda menjadi seorang ayah, didiklah anak-anak Anda sejak kecil berdasarkan Injil. Lakukanlah pekerjaan Anda dengan jujur, bantulah orang-orang yang butuh bantuan di Masyarakat. Jadi ketika orang lain melihat diri Anda, mereka mengenal Anda sebagai orang Kristus yang benar-benar mengikuti jejak Langkah Kristus.
Keindahan dari jawaban doa bukanlah segala hal yang kita inginkan untuk kepuasan diri sendiri yang sia-sia. Di zaman modern ini, kita menemukan begitu banyak orang menyelewengkan arti dari kehidupan yang penuh dengan Roh Kudus. Mereka hanya terobsesi dengan kata, dipenuhi dengan kuasa Roh Kudus, namun tidak mengerti arti sesungguhnya dari apa itu kehidupan yang penuh dengan Roh Kudus. Mereka tidak membaca Kembali Alkitab dan merenungkan benar-benar apa itu kehidupan yang mengikut Yesus dan penuh Roh Kudus.
Kita belajar di sini, bahwa seorang yang penuh dengan Roh Kudus adalah kehidupan yang dengan berani memberitakan Injil. Ketika para murid berdoa untuk diberikan keberanian, Allah sendiri menjawabnya yaitu dengan cara memberikan Roh Kudus kepada mereka. “ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.”
Jadi marilah kita terus hidup merenungkan Firman Tuhan dan melakukan segala sesuatunya dengan penuh hikmat dan pengertian yang berasal dari Roh Allah. Marilah kita, hidup untuk memberitakan kasih Kristus dan doa-doa yang jujur berpusat pada kemajuan pemberitaan Injil. Amin.
Posting Komentar untuk "Renungan Kisah Para Rasul 4:27-31 Berdoa dan Penuh Dengan Roh Kudus"
Silahkan Berkomentar